Categories
Berita Hiburan

Manchester United Mulai Menunjukkan Perubahan, Sudah Waktunya Paul Pogba Kembali!

Berita terbaru datang dari Manchester United dimana kabarnya ia tengah melaju apik sepekan terakhir. Sang pelatih Ole Gunnar Solskjaer berhasil membawa timnya untuk memetik sebanyak dua kemenangan penting atas Tottenham dan Manchester City, MU berhasil untuk melampaui ekspektasi.

Dua kemenangan itu menegaskan salah satu torehan unik MU yang sekarang. Mereka bisa tampil baik saat melawan tim-tim kuat dalam jajaran top six, entah imbang atau bahkan menang. Yang pasti MU mampu menunjukkan kualitasnya.

Namun yang menjadi aneh, MU kabarnya justru kalah saat melawan tim-tim yang terbilang lebih lemah, tim-tim medioker. Skuad Solskjaer di akui dan juga di nilai tengah lengah, bahkan kabarnya kini sudah terbukti tampak seperti tim yang berbeda.

Sebab itu, Solskjaer diberikan saran dan juga dinilai membutuhkan tenaga pemain berusia 26 tahun, Paul Pogba sesegera mungkin. Pogba yang tercatat pernah sesudah penampilannya yang baik bersama Juventus, dia kembali ke Manchester United pada 2016 dengan rekor biaya transfer tertinggi pada saat itu, yakni senilai €105 juta (£89,3 juta). Biaya tersebut masih menjadi biaya tertinggi yang dibayar oleh suatu klub dari Inggris. Pada musim pertamanya setelah kembali, dia memenangkan Piala Liga dan Liga Europa ini juga diyakini bisa jadi solusi terbaik untuk menjaga konsistensi tim.

Setidaknya itulah pendapat analis Premier League, Danny Higginbotham. Yuk kita baca informasi lebih lengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

Kebiasaan Buruk MU

Pertama-tama, Higginbotham bicara soal pola unik MU yang jelas terlihat. Tidak perlu analisis mendalam untuk memahami bahwa MU bermasalah perihal konsistensi. Tim Solskjaer ini memang tidak stabil. Berikut ini ujar dari sang analis Premier League.

“MU tampil brilian untuk mengalahkan Man City. Mereka pun luar biasa pada dua kemenangan atas Chelsea di Carabao Cup dan di Liga, juga tampil apik saat melawan Liverpool dan Arsenal,” kata Higginbotham kepada The Sun.

“Jadi, MU sudah tampil baik melawan tim-tim top six, mereka pun bisa mengalahkan Leicester. Namun, masalah mereka sejauh ini terlihat saat melawan tim yang disebut tidak terlalu kuat.”

“MU kalah dari Crystal Palace, West Ham, Newcastle, Bournemouth, dan imbang dengan Southampton,” imbuhnya.

Apa Sebab?

Menurut Higginbotham, pola unik yang di terapkan oleh MU itu tercipta karena kekurangan yang justru menguntungkan. Saat melawan tim-tim kuat, MU jarang mendominasi penguasaan bola, namun justru hal itulah yang membuat mereka lebih mematikan dalam serangan balik. Berikut ini lanjutnya.

“Penyebab mereka tampil terbaik ketika melawan tim-tim top adalah karena mereka tidak perlu mendominasi bola,” sambung Higginbotham.

“Hal itu menciptakan ruang untuk dijelajah pelari-pelari cepat seperti Rashford, Martial, dan Daniel James.”

Solusi

Biar begitu, MU tidak bisa membiarkan masalah itu berlarut-larut ia jadikan masalah itu menjadi semangat untuk bisa terus berkarya. Memang benar mereka sampai bisa mengalahkan bahkan juga bisa menahan imbang tim kuat, tapi untuk sekarang sang pelatih Solskjaer harus mencari solusi untuk melawan tim yang lebih lemah.

Nah peran itulah yang diyakini dan bakal dipikul Pogba. Begitu nanti dirinya bisa kembali bermain. Pogba dipercaya kabarnya bakal jadi andalan MU saat melawan tim yang tampil defensif. Berikut ini ujar terakhir dari Higginbotham.

“Sekarang mereka harus menemukan cara untuk melawan tim yang bakal tampil bertahan – dan Pogba bisa jadi jawaban. Solskjaer ingin pemain yang tangguh dalam duel fisik saat menyerang, Juan Mata tidak benar, benar cocok,” lanjut Higginbotham.

“Pogba, seperti Mata, merupakan pemain yang bisa membongkar pertahanan lawan, dia pun punya dinamika yang disukai Solskjaer,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *